Dalam kegiatan Ngaji Bareng, terselip satu momen yang menyadarkan kita melalui sebuah pertanyaan retoris: benarkah ulama’ itu benar-benar pergi ketika telah intiqāl ilā raḥmatillāh? Jawabannya terasa nyata—secara fisik memang telah tiada, namun ilmunya tetap hidup dan terus mengalir tanpa henti.

Sedikitnya lebih dari 700 santri cilik—buah hati dari para santri Almarhum Al-Maghfurlah Hadratal Habib Musthafa bin Alwi Al Djufri—memenuhi Musholla Pondok Pesantren Nurul Huda Peleyan Kapongan Situbondo. Wajah-wajah ceria, bahagia, dan riang terpancar jelas, seolah mereka kembali ke rahimnya sendiri: rumah besar Murabbina wa Musnidina Hadratal Habib Musthafa bin Alwi Al Jufri.

Mereka bukan hanya berbakat dan pintar melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an serta mengenal kitab, tetapi juga memiliki hati yang bergetar oleh kesamaan rasa, satu frekuensi cinta yang sama. Cinta kepada ilmu, guru, dan sanad keilmuan yang bersambung hingga Sayyiduna Rasulullah ﷺ.
Sebagian dari mereka masih sangat belia saat tampil ke depan. Dengan gagah dan penuh keberanian, mereka menjawab pertanyaan—meski tidak semua jawaban benar, maklum karena usia yang masih muda. Semua itu tak lepas dari dorongan para guru, yang sanad keilmuannya bersambung dari guru ke guru hingga kepada Rasulullah ﷺ.

Sejak kedatangan pertama, keceriaan telah tampak jelas. Acara dimulai ketika panitia Ngaji Bareng menyambut para pengasuh dan santri, dilanjutkan sesi foto bersama per lembaga/musholla. Setelah itu, rombongan beranjak untuk ziarah ke Raudhoh para beliau yang mulia, bertahlil dan memanjatkan do’a. Rangkaian acara ditutup dengan berbagai kegiatan menarik di Musholla Nurul Huda bersama pengasuh, Sayyidil Habib Muhammad Taufiq bin Habib Musthafa Al Jufri—menampilkan beragam penampilan dari beberapa musholla serta Ngaji Bareng bersama beliau.
Harapan dan do’a pun terlantun: semoga mereka senantiasa istiqomah menjaga tali cinta ini, hingga kelak menghadap junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ.

Barakah. Sampai berjumpa kembali di Pondok Pesantren Nurul Huda pada tahun berikutnya dengan acara yang sama, Ngaji Bareng. Kami merasa senang dan bahagia atas kehadiran santri-santri cilik yang penuh cahaya dan harapan.
Penulis: Adisusyanto