+6282278888722
kontak@nurulhudapeleyan.com
BERCELAK PADA 10 MUHARRAM, SYARIFAH KHODIJA AL-HABSYI MENJELASKAN AMALAN DAN KEUTAMAANNYA
BERCELAK PADA 10 MUHARRAM, SYARIFAH KHODIJA AL-HABSYI MENJELASKAN AMALAN DAN KEUTAMAANNYA
Fri, 26 June 2026
Penulis : RedaksiNH
WhatsApp Image 2026-06-26 at 09.40.30

Situbondo – Pondok Pesantren Nurul Huda menggelar kegiatan amaliah 10 Muharram yang diisi dengan tausiyah oleh Syarifah Khodija Al-Habsyi, Pengasuh PP Nurul Huda Al Banat di musholla Pondok Pesantren Nurul Huda Al Banat, jum’at (26/06/2026).

Seluruh santriwati, Asatidzah, alumni hadir pada acara tersebut. Dalam kegiatan tersebut, para santri bersama-sama melaksanakan berbagai amalan sunnah sekaligus memperoleh penjelasan mengenai keutamaan amalan yang dianjurkan pada tanggal 10 Muharram.

Dalam tausiyahnya, Syarifah Khodija Al-Habsyi menjelaskan bahwa bercelak merupakan salah satu amalan yang memiliki manfaat bagi kesehatan mata. Beliau menyampaikan bahwa selain sebagai bentuk ikhtiar menjaga kesehatan, bercelak juga menjadi pengingat agar setiap muslim senantiasa mensyukuri nikmat penglihatan yang telah diberikan Allah SWT.

“Wanita akan tampak lebih cantik apabila tidak menggunakan kacamata. Oleh karena itu, kita harus senantiasa menjaga kesehatan mata,” ujarnya di hadapan para santri.

Beliau menambahkan, menurut penjelasan para ulama, amalan bercelak pada Hari Asyura diharapkan menjadi salah satu sebab seseorang terhindar dari penyakit mata selama satu tahun, dengan tetap meyakini bahwa segala manfaat dan kesembuhan berasal dari Allah SWT.

Selain bercelak, Syarifah Khodija Al-Habsyi juga menjelaskan berbagai amalan yang dianjurkan pada 10 Muharram, di antaranya berpuasa, memotong kuku, bersedekah, menjenguk orang sakit, berziarah kepada orang alim, serta memperbanyak amal saleh sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam kesempatan tersebut, beliau mengajak seluruh santri Pondok Pesantren Nurul Huda untuk memaknai Hari Asyura sebagai hari meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki niat, menjaga adab, serta memperbanyak amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu santri, musfirotul Ayya (17), santriwati asal jepara, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pemahaman mengenai keutamaan amalan-amalan di Hari Asyura.

“Alhamdulliah saya tidak hanya mengetahui amalan-amalan yang dianjurkan pada 10 Muharram, tetapi juga memahami hikmah di balik setiap amalan sehingga dapat mengamalkannya dengan niat yang benar,” tuturnya.
pewarta :rofiatulmasruroh

Berita

Artikel Lainnya

PENGASUH PPNH TEKANKAN PERAN...
SITUBONDO – Pondok Pesantren Nurul Huda (PPNH) Peleyan, Kapongan, Situbondo, menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di halaman...
Sat, 24 October 2026 | 8:42
TIDAK  SEKADAR NGULEK RUJAK,...
Situbondo - Mengusung suasana penuh kebersamaan, perlombaan ngulek rujak yang diadakan oleh Pondok Pesantren Nurul Huda menghadirkan keseruan bagi para...
Tue, 15 September 2026 | 1:56
TINGKATKAN KESADARAN ILMU DAN...
SITUBONDO— Panitia menyelenggarakan Daurah Ilmiyah bertema “Gen Z Melek Politik: Menjaga Akal Sehat dan Masa Depan Demokrasi” di Aula Kampus...
Sun, 13 September 2026 | 10:09
PENGASUH PP NURUL HUDA...
Situbondo - Pengasuh PP Nurul Huda (PPNH), Abuya Sayid Muhammad Taufiq bin Musthofa Al Djufri, menegaskan bahwa Festival Lomba Hadroh...
Sun, 13 September 2026 | 10:09