+6281222211974
kontak@nurulhudapeleyan.com
PENAMPILAN KREATIF SANTRI PADA UPACARA HARI SANTRI NASIONAL
PENAMPILAN KREATIF SANTRI PADA UPACARA HARI SANTRI NASIONAL
Wed, 22 October 2025
Penulis : RedaksiNH
WhatsApp Image 2025-10-22 at 23.38.06

Situbondo –Pondok Pesantren Nurul Huda (PPNH) di Desa Peleyan, Kapongan, Kabupaten Situbondo, melaksanakan upacara Hari Santri Nasional (HSN), di halaman PPNH, Rabu (22/10/2025).

Upacara sakral tersebut dihadiri 800 peserta. Itu terdiri atas santri, dewan guru, mahasiwa STAINH & Dosen Civitas akademika.

Giat tersubut di isi dengan berbagai penampilan kreatif santri, mulai dari siswa Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Stanawiyah, Madrasaha Aliyah, Santri Tahfidzul Qur’an hingga mahasiswi STAI Nurul Huda.

Berbagai penampilan di suguhkan, mulai dari pembacaan puisi berantai, pidato dalam bahasa inngris tentang makna santri, MSQ, hingga orasi isu pesantren terkini yang di tampilkan oleh mahasiswi STAI Nurul Huda. Panitia juga memberikan piagam penghargaan bagi penampilan terbaik.

Penutup diakhiri dengan saling jabat tangan antara guru dan murid, murid dan mirid hingga guru sesama guru. Di situ nampak aura cinta antar sesama.

Pengasuh PPNH, Abuya Assayyid Muhammad Taufiq bin Musthofa Al-Djufri, memberikan apresiasi tinggi atas semangat para santri yang turut memeriahkan acara tersebut. Dia turut menyaksikan seluruh rangkaian penampilan dari awal hingga akhir.

“Sebagai santri jangan hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga harus memiliki rasa kepemilikan. Pencari ilmu itu santri, dan sampai kapan pun tetap santri,” ungkap Habib Muhammad.

Abuya Sayit Muhammaf juga menjelaskan sebutan pesantren di berbagai negara mungkin berbeda, namun esensi ilmunya tetap sama akidah (Aswaja), ubudiyah, dan akhlak (tasawuf).

“Banyak pesantren dengan metode pendidikan berbeda, namun esensinya tetap sama, yaitu mendekatakan diri pada Allah,” tegas Habib Muhammad.
Dia juga menekankan, tiga karakter sebagai santri. Yaitu, cinta pada guru, sebagai risalah untuk mengamalkan perinta Allah dan Rasulullah.

“Ke dua cinta tempat, dengan menumbuhkan rasa memiliki dan menjaga kebersihan lingkungan pesantren, ke tiga, cinta kitab, yaitu mencetak santri yang berilmu, produktif, dan mampu melahirkan karya,” pungkas Habib Muhammad.

Penulis:Rofiatulmasruroh

Berita

Artikel Lainnya

PPNH MENJADI TUAN RUMAH...
‎Situbondo — Pondok Pesantren Nurul Huda (PPNH) Peleyan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, menjadi tuan rumah pada kegiatan Jam’iyah Madrasatil Qur’an...
Fri, 30 January 2026 | 11:53
700 SANTRI CILIK YANG...
Dalam kegiatan Ngaji Bareng, terselip satu momen yang menyadarkan kita melalui sebuah pertanyaan retoris: benarkah ulama’ itu benar-benar pergi ketika...
Sun, 25 January 2026 | 11:48
700 SANTRI CILIK YANG...
Dalam kegiatan Ngaji Bareng, terselip satu momen yang menyadarkan kita melalui sebuah pertanyaan retoris: benarkah ulama’ itu benar-benar pergi ketika...
Sun, 25 January 2026 | 10:59
VIDEO DZIKROYAT HABIB MUSTHOFA...
Situbondo,– Ratusan santri dan alumni Pondok Pesantren Nurul Huda, Peleyan, Kapongan, Situbondo, meneteskan air mata saat video dzikroyat perjalanan hidup...
Sat, 24 January 2026 | 10:59