Bondowoso — Sebanyak 40 santri Majelis Tahfidzul Qur’an Nurul Huda mengikuti kegiatan halaqoh khotmil Qur’an bil ghaib wa bin nadhor yang dilaksanakan pada Ahad Pon di Desa Curah Tatal, Bondowoso. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh semangat keagamaan dengan melibatkan delapan titik khotmil yang terdiri dari lima kelompok putri dan tiga kelompok putra.

Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 13.00 WIB dengan pelaksanaan salat Dzuhur berjamaah. Setelah itu, para peserta melanjutkan halaqoh khotmil di masing-masing titik yang telah ditentukan. Seluruh peserta kemudian berkumpul di Masjid Nurul Huda Batu Ampar untuk melaksanakan salat Magrib berjamaah, dilanjutkan dengan halaqoh bersama serta penutupan doa khotmil Qur’an yang juga dihadiri oleh sebagian masyarakat sekitar.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Habib Ahmad Muhajir Al Djufri. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan penting tentang kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT. Ia menegaskan bahwa salah satu tanda Allah mencintai hamba-Nya adalah ketika seseorang senantiasa berada di masjid, sedangkan tanda kemurkaan Allah adalah ketika seseorang lebih sering berada di tempat yang tidak baik seperti kamar mandi. Beliau juga berharap agar seluruh peserta senantiasa termasuk golongan orang-orang yang dicintai oleh Allah SWT.

Koordinator acara, Ustad Narwi, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan tersebut. Ia menuturkan bahwa kegiatan halaqoh khotmil Qur’an yang rutin dilaksanakan setiap Ahad Pon ini dapat terus berjalan istiqomah. “Alhamdulillah kegiatan khotmil yang kita laksanakan setiap Ahad Pon ini istiqomah dan berjalan dengan lancar. Pada tahun ini tentunya ada konsep yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Tahfidz Putri, Ustazah Lilis Khuzaimah, juga menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif bagi para santri. Menurutnya, halaqoh khotmil Qur’an mampu meningkatkan semangat belajar dan memberikan kesempatan kepada para santri untuk memperdengarkan bacaan Al-Qur’an di hadapan masyarakat luas. “Alhamdulillah kegiatan ini bisa membuat anak-anak lebih bersemangat dan berkesempatan untuk mengaji yang didengar oleh masyarakat,” ujarnya.