Situbondo – Pondok Pesantren Nurul Huda (PPNH) Peleyan Kapongan Situbondo kembali merayakan Rabu Wekasan dengan tradisi minum air Barokah. Acara yang berlangsung di halaman PPNH Banat ini dihadiri oleh ratusan santri, pengurus pesantren, siswa/i dari berbagai lembaga, serta masyarakat setempat, pada hari Rabu, (04/09/2024).
Para santri menunjukkan antusiasme tinggi selama acara berlangsung, dengan semangat mengikuti setiap tahapan tradisi tersebut. Minum air Barokah merupakan warisan dari salafus shalih dan telah menjadi tradisi tahunan di PPNH Peleyan Situbondo.
Rabu Wekasan, yang jatuh pada Rabu terakhir bulan Safar menurut kalender Hijriyah, dianggap sebagai waktu datangnya berbagai penyakit dan marabahaya. Tradisi ini merupakan bentuk syukur dan doa tolak bala yang dilakukan oleh santri PPNH.
“Kegiatan dimulai dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Pengasuh Pesantren, Habib Muhammad Taufiq bin Musthafa Al-Djufri, dilanjutkan dengan tausiyah mengenai makna dan tujuan dari Rabu Wekasan. Ustadz Abdul Halim, salah satu pengurus PPNH, menjelaskan, “Minum air Barokah pada Rabu Wekasan ini bukan karena keyakinan bahwa bulan ini bulan sial, melainkan sebagai amalan untuk menyucikan diri dari dosa, bertobat, serta meminta perlindungan kepada Allah.”
Selain minum air Barokah, acara ini juga diisi dengan berbagai kegiatan lain, termasuk pembacaan shalawat, tausiyah, pembacaan amalan Rabu Wekasan, serta doa bersama. Di dalam air Barokah tersebut juga dimasukkan kertas ajimat berisi doa sebagai bagian dari tradisi.


Pewarta :RM