Istighosah di malam tahun baru menjadi salah satu sarana bagi santri dan keluarga besar pesantren untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melalui istighosah, kita bersama-sama memohon ampunan atas dosa dan kekhilafan yang telah lalu, sekaligus memohon agar tahun yang akan datang dipenuhi dengan keberkahan, keselamatan, dan kebaikan.
Pada acara Do’a Bersama dalam rangka Khotmil fi Tahfidzil Qur’an serta Menyambut Malam Tahun 2026 M, Abuya As-Sayyid Muhammad Taufiq bin Musthofa Al-Djufri menyampaikan dawuh yang penuh makna. Beliau selalu menekankan pentingnya menghidupkan do’a dan amal ibadah dengan dasar ilmu, keikhlasan, dan keteladanan.
Beliau berpesan:
“Perbanyaklah berdo’a, baca Surat Yasin, Surat Al-Waqi’ah, dan Surat Al-Mulk. Jangan beramal seperti orang jahil, tetapi beramallah dengan ilmu dan ketakwaan, agar amal kita bisa ditiru oleh murid-murid kita. Karena kita sedang mencetak generasi ulama.”
Pesan ini secara khusus disampaikan kepada para asatidz dan asatidzah serta seluruh tenaga pengajar di Pondok Pesantren Nurul Huda. Dawuh tersebut menjadi pengingat bahwa tugas guru di pesantren bukan hanya mengajar ilmu, tetapi juga memberi contoh dalam amal dan akhlak.
Abuya mengingatkan bahwa ibadah tidak cukup hanya banyak membaca dan banyak bergerak. Ibadah harus dilakukan dengan niat yang lurus, pemahaman yang benar, dan hati yang ikhlas. Santri belajar bukan hanya dari kitab dan penjelasan lisan, tetapi juga dari sikap, kebiasaan, dan keteladanan para guru dalam kehidupan sehari-hari.
AMALAN DI MALAM TAHUN BARU
Di lingkungan pesantren, malam tahun baru biasanya diisi dengan kegiatan yang bermanfaat dan menenangkan hati. Beberapa amalan yang dilakukan secara bersama-sama antara lain:
•Istighosah bersama, dengan membaca do’a, dzikir, serta surat-surat pilihan seperti Surat Yasin, Al-Waqi’ah, dan Al-Mulk.
•Shalawat dan munajat, sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah ﷺ dan permohonan ampunan kepada Allah SWT.
•Dzikir dan tahlil, untuk menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pembacaan dzikir tersebut bukan sekadar rutinitas. Surat Yasin mengingatkan tentang kematian dan hari akhir, Surat Al-Waqi’ah mengajarkan tentang amal dan balasannya, sedangkan Surat Al-Mulk menegaskan kekuasaan Allah SWT serta pentingnya mempersiapkan diri sebelum ajal menjemput.
Dengan memperbanyak do’a, membaca surat-surat pilihan, serta meneladani dawuh dan akhlak para guru, kita berharap dapat menyambut tahun baru dengan hati yang lebih bersih, niat yang lebih tulus, dan tekad yang kuat untuk terus memperbaiki diri dan berbuat kebaikan.