Situbondo – Pondok Pesantren Nurul Huda (PPNH) Peleyan, Kapongan, Situbondo, baru saja kedatangan BPS (Badan Pusat Statistik) yang bertugas untuk mendata batik cotto’an, yakni sebuah jenis batik khas yang diproduksi sejak zaman reformasi di desa tersebut, Sabtu (18/01/2025)
Kegiatan ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan mengidentifikasi potensi serta perkembangan industri batik cottoan, yang menjadi bagian penting dari kebudayaan lokal.
Batik cottoan sendiri dikenal dengan keunikan teknik pewarnaannya yang menggunakan bahan alami serta motif-motif khas, motif tulis, motif cap dan motif sembur yang di olah dengan tangan. Nama dari batik cotto’an sendiri di ambil dari nama desa asal penjualnya, yakni orang yang pertama kali menjual kain batik yang berasal dari desa cot’tok.
Kedatangan BPS yang bertugas untuk mengumpulkan data yang lebih mendalam mengenai produksi, pasar, dan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dari batik cottoan ini. disambut antusias oleh pengrajin batik cotto’an/salah satu santri di PPNH.
Pendataan ini bertujuan untuk mengenalkan batik cottoan kepada masyarakat luas & memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai keberadaan batik cottoan di Desa Peleyan yang sekarang sedang di distribusikan oleh PPNH serta bagaimana potensi batik ini bisa lebih berkembang, baik dalam hal kualitas maupun pemasaran.

Pewarta :Rm