Situbondo- Pemberangkatan Jamaah Haji Kloter 88 Embarkasi Surabaya oleh KBIHU Nur Multazam Pondok Pesantren Nurul Huda Peleyan Kapongan Situbondo berlangsung penuh khidmat dan sarat pesan moral. Tidak hanya menjadi seremoni pelepasan calon jamaah haji, kegiatan tersebut juga menjadi ruang penguatan spiritual dan akhlak bagi para jamaah sebelum berangkat menuju Tanah Suci.
Sejak awal acara, suasana religius begitu terasa melalui lantunan sholawat haji yang mengiringi langkah para jamaah.
taujihat Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda menjadi bagian paling menyentuh dalam acara pemberangkatan tersebut. Dengan penuh keteduhan, beliau mengingatkan bahwa setiap jamaah membawa amanah besar sebagai representasi masyarakat dan lembaga.
“Haji dan umrah bukan hanya ibadah pribadi. Kalian adalah duta masyarakat, duta daerah, dan duta akhlak. Maka jagalah perilaku, jaga ucapan, dan tunjukkan akhlak terbaik di mana pun berada,” dawuh beliau di hadapan para jamaah.
Beliau juga mengingatkan bahwa perjalanan haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan hati untuk belajar sabar, ikhlas, dan menghormati sesama manusia dari berbagai bangsa.
“Kadang yang paling berat bukan berjalan jauh, tetapi menjaga hati agar tetap tenang dan menjaga lisan agar tetap baik,” tambah beliau.

Dalam taujihatnya, pengasuh pondok juga menitipkan doa untuk masyarakat Situbondo agar senantiasa diberikan kedamaian dan keberkahan. Para jamaah diminta untuk tidak melupakan Pondok Pesantren Nurul Huda dan para santri dalam doa-doanya selama berada di Tanah Suci.
Acara kemudian ditutup dengan doa pemberangkatan yang berlangsung penuh kekhusyukan. Para jamaah tampak menundukkan kepala dengan mata berkaca-kaca, sementara keluarga yang hadir turut larut dalam suasana haru dan doa yang mengiringi keberangkatan para tamu Allah tersebut.
pemulis : putri A.