Situbondo- KBIHU Nur Multazam bersama Pondok Pesantren Nurul Huda memberangkatkan Jamaah Haji Kloter 88 Embarkasi Surabaya (Rabu,13/05/2026) dalam suasana khidmat, haru, dan penuh doa.
Raut wajah bahagia dan penuh harapan tampak dari para jamaah yang akan menunaikan rukun Islam kelima. Sementara itu, keluarga yang mengantar tidak mampu menyembunyikan rasa haru saat melepas keberangkatan orang-orang tercinta menuju Makkatul Mukarramah dan Madinatul Munawwarah.
Acara pemberangkatan diawali dengan pembacaan sholawat haji yang menambah suasana religius dan khusyuk. Selanjutnya, pengurus KBIHU Nur Multazam menyampaikan laporan kesiapan jamaah yang sebelumnya telah mengikuti rangkaian bimbingan manasik secara intensif.

Dalam laporannya, pengurus menyampaikan bahwa sebanyak 171 jamaah telah mengikuti 21 kali bimbingan manasik dan 10 kali praktik ibadah haji. Seluruh jamaah kemudian dibagi menjadi empat rombongan dan tergabung dalam Kloter 88 Embarkasi Surabaya.
“Insyaallah para jamaah sudah sangat siap, baik secara ilmu maupun mental, untuk menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji,” ujar pengurus KBIHU Nur Multazam.
Sebagai simbol kebersamaan dan identitas jamaah, panitia juga menyerahkan surban serta risalah perjalanan haji kepada para jamaah sebelum keberangkatan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Situbondo turut hadir memberikan sambutan dan doa bagi seluruh jamaah. Ia berharap para jamaah senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, dan keselamatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Semoga seluruh jamaah memperoleh haji yang mabrur dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat,” tuturnya.
Selain itu, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda dalam taujihatnya berpesan agar seluruh jamaah menjaga akhlak dan nama baik daerah selama berada di Tanah Suci.

“Haji dan umrah adalah duta masyarakat. Jamaah membawa nama Indonesia, membawa nama Situbondo, dan membawa nama KBIHU Nur Multazam. Maka jagalah akhlak dan perilaku selama di Tanah Suci,” dawuh beliau.
Beliau juga meminta para jamaah untuk tidak melupakan masyarakat Situbondo, Pondok Pesantren Nurul Huda, serta para santri dalam doa-doa mereka.
Acara kemudian ditutup dengan doa pemberangkatan yang berlangsung penuh khusyuk. Tangis haru kembali pecah ketika para jamaah berpamitan dengan keluarga sebelum menaiki kendaraan menuju embarkasi. Doa dan lambaian tangan keluarga mengiringi keberangkatan mereka menuju Baitullah dengan penuh harapan agar seluruh jamaah diberikan kelancaran dan menjadi haji yang mabrur.
Penulis: putri amilia