+6282278888722
kontak@nurulhudapeleyan.com
BUKAN SEKADAR KOMPETISI, BANSER DIGEMBLENG JADI GARDA PENGABDIAN LEWAT TAHJIZUL JENAZAH
BUKAN SEKADAR KOMPETISI, BANSER DIGEMBLENG JADI GARDA PENGABDIAN LEWAT TAHJIZUL JENAZAH
Wed, 2 September 2026
Penulis : AdminNH
WhatsApp Image 2026-09-02 at 18.51.58

SITUBONDO – Pondok Pesantren Nurul Huda, Peleyan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, menggelar Lomba Tahjizul Jenazah antar-Banser pada Rabu (02/10/2026). Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari Satkoryon Banser tingkat kecamatan yang berkompetisi secara berkelompok.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda, Habib Muhammad Taufiq Al Djufri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Banser atau Barisan Ansor Serbaguna memiliki tugas tidak hanya di bidang keamanan, tetapi juga menjaga ulama, membantu keamanan berbagai kegiatan, serta melakukan pengabdian kepada masyarakat.

“Banser adalah Barisan Ansor Serbaguna. Tugasnya bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjaga ulama, mengamankan kegiatan, dan yang paling penting adalah pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dalam perlombaan, peserta mempraktikkan tahapan pengurusan jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga menyalatkan jenazah. Penilaian dilakukan berdasarkan ketepatan tata cara, kelengkapan, ketertiban, kekompakan tim, kemampuan menjelaskan proses, serta kesesuaian dengan tuntunan syariat.

Ketua Panitia, Ustadz Deni Wahyudi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan sebagai sarana belajar, ajang silaturahmi, serta meningkatkan kesiapan anggota Banser dalam mengurus jenazah sesuai syariat.

“Tujuan utamanya bukan hanya berkompetisi, tetapi menjadi sarana belajar, ajang silaturahmi, meningkatkan kesiapan anggota Banser, serta menumbuhkan kepedulian dan semangat pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Tahjizul jenazah termasuk bagian dari fardhu kifayah, sehingga keterampilan ini dibutuhkan oleh masyarakat ketika ada warga yang meninggal dunia.

Salah satu peserta, Nanda, menyampaikan pengalamannya mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya senang bisa mengikuti lomba ini. Bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi ini adalah hal yang sangat dibutuhkan di masyarakat,” tuturnya.

Panitia menyampaikan bahwa pelaksanaan lomba melibatkan persiapan perlengkapan, juri, tempat, dan waktu, dengan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta.

“Menang atau kalah adalah bagian dari kompetisi. Namun, manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat adalah tujuan yang lebih utama,” tegas panitia.
pewarta :Sriwardani

Berita

Artikel Lainnya

PENGASUH PPNH TEKANKAN PERAN...
SITUBONDO – Pondok Pesantren Nurul Huda (PPNH) Peleyan, Kapongan, Situbondo, menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di halaman...
Sat, 24 October 2026 | 8:42
TIDAK  SEKADAR NGULEK RUJAK,...
Situbondo - Mengusung suasana penuh kebersamaan, perlombaan ngulek rujak yang diadakan oleh Pondok Pesantren Nurul Huda menghadirkan keseruan bagi para...
Tue, 15 September 2026 | 1:56
TINGKATKAN KESADARAN ILMU DAN...
SITUBONDO— Panitia menyelenggarakan Daurah Ilmiyah bertema “Gen Z Melek Politik: Menjaga Akal Sehat dan Masa Depan Demokrasi” di Aula Kampus...
Sun, 13 September 2026 | 10:09
PENGASUH PP NURUL HUDA...
Situbondo - Pengasuh PP Nurul Huda (PPNH), Abuya Sayid Muhammad Taufiq bin Musthofa Al Djufri, menegaskan bahwa Festival Lomba Hadroh...
Sun, 13 September 2026 | 10:09