Situbondo – Pengasuh PP Nurul Huda (PPNH), Abuya Sayid Muhammad Taufiq bin Musthofa Al Djufri, menegaskan bahwa Festival Lomba Hadroh yang digelar oleh PP Nurul Huda bukan semata ajang perlombaan, melainkan wujud kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Hal itu disampaikan dalam sambutannya secara daring melalui panggilan video, karena saat itu beliau berada di luar negeri.

“Jangan sampai musabaqah lomba festival hadroh menjadi tujuan utama, tapi tujuan utamanya adalah niatan ta’dziman dzikro maulid Rasul,” ujarnya.

Abuya menambahkan, penyelenggaraan lomba hadroh bertujuan menambah syiar-syiar yang membawa hikmah, sekaligus menjadi sarana menyampaikan nilai-nilai madah nabawi melalui seni qosidah.
“Lewat festival ini kita mempunyai keinginan melestarikan dan menjaga amaliah-amaliah lewat seni, yaitu qosidah, yang ada sejak zaman Rasulullah,” tegasnya.

Festival Lomba Hadroh ini digelar dalam rangka peringatan Hari Besar Islam 2026 dan diikuti oleh 15 grup dari berbagai wilayah. Kegiatan berlangsung pada Sabtu (13/9/2026) di panggung utama PPNH, mulai selepas salat Isya hingga pukul 23.00, serta dihadiri sejumlah asatidz PPNH, para peserta, masyarakat sekitar, dan dewan juri.


Sementara itu, Ketua Panitia Lomba menyampaikan bahwa festival ini awalnya diikuti oleh 20 peserta, namun yang hadir dan melakukan pendaftaran ulang sebanyak 15 peserta.

“Kami berharap, mudah-mudahan di tahun berikutnya lomba rebana ini dapat diikuti oleh jumlah peserta yang lebih banyak lagi,” ujarnya.

Ketua panitia juga menyampaikan bahwa seni hadroh tetap mampu bersaing dengan kesenian lain dan terus mendapat tempat di tengah masyarakat.
pewarta :Rofiatulmasruroh