+6282278888722
kontak@nurulhudapeleyan.com
TIDAK  SEKADAR NGULEK RUJAK, LOMBA MUSLIMAT NURUL HUDA JADI AJANG LESTARIKAN KULINER SITUBONDO
TIDAK  SEKADAR NGULEK RUJAK, LOMBA MUSLIMAT NURUL HUDA JADI AJANG LESTARIKAN KULINER SITUBONDO
Tue, 15 September 2026
Penulis : RedaksiNH
IMG_0664

Situbondo – Mengusung suasana penuh kebersamaan, perlombaan ngulek rujak yang diadakan oleh Pondok Pesantren Nurul Huda menghadirkan keseruan bagi para peserta, tetapi juga menjadi cara untuk mengenang sekaligus melestarikan kuliner khas daerah Situbondo. ( Sabtu,12/09/2026)

Koordinator lomba, Rusdiana, memaparkan bahwa Sebelum perlombaan dimulai, para peserta terlebih dahulu mengikuti pembacaan maulid Nabi Muhammad SAW. Setelah itu, para peserta ke tempat acara perlombaan , suasana semakin meriah ketika peserta mulai mengulek bumbu rujak dengan racikan masing-masing.

Ia mengatakan bahwa lomba tersebut sengaja dikemas dengan mengangkat rujak lontong yang dikenal sebagai salah satu makanan khas masyarakat Situbondo.

“Lomba ngulek rujak ini bukan sekadar perlombaan. Selain untuk memeriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW, kita juga ingin mengenang makanan khas daerah Situbondo, khususnya rujak lontong,” ujar Rusdiana.

Menurut Rusdiana, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi sarana mempererat kebersamaan antar-muslimat sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap makanan tradisional. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan mengangkat beragam kuliner khas lainnya yang ada di Situbondo.

Salah satu peserta, Jannah, mengaku bersyukur dapat ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Ia menilai lomba ngulek rujak memberikan pengalaman dan pelajaran berharga, terutama tentang pentingnya menjaga serta mengenalkan makanan tradisional kepada generasi berikutnya.

“Saya berharap lomba ini terus berlanjut, bukan hanya rujak lontong, tetapi juga kue tradisional lainnya. Sehingga kita bisa ikut melestarikan makanan khas tradisional atau makanan khas daerah Situbondo pada khususnya,” kata Jannah.

Sementara itu, Habib Muhammad Taufik berpesan agar kegiatan mengulek rujak juga menjadi momentum untuk memperbanyak mengingat Allah SWT. Ia meminta para peserta tidak banyak berbicara saat mengulek, melainkan memperbanyak zikir agar makanan yang dibuat dan dinikmati senantiasa disyukuri sebagai nikmat dari Allah.

“Ketika kita mengulek rujak, jangan berbicara, tetapi perbanyak berdzikir kepada Allah, sehingga makanan yang kita makan benar-benar kita rasakan sebagai nikmat dari Allah,” pesan Habib Muhammad Taufik.

Berita

Artikel Lainnya

PENGASUH PPNH TEKANKAN PERAN...
SITUBONDO – Pondok Pesantren Nurul Huda (PPNH) Peleyan, Kapongan, Situbondo, menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di halaman...
Sat, 24 October 2026 | 8:42
TINGKATKAN KESADARAN ILMU DAN...
SITUBONDO— Panitia menyelenggarakan Daurah Ilmiyah bertema “Gen Z Melek Politik: Menjaga Akal Sehat dan Masa Depan Demokrasi” di Aula Kampus...
Sun, 13 September 2026 | 10:09
PENGASUH PP NURUL HUDA...
Situbondo - Pengasuh PP Nurul Huda (PPNH), Abuya Sayid Muhammad Taufiq bin Musthofa Al Djufri, menegaskan bahwa Festival Lomba Hadroh...
Sun, 13 September 2026 | 10:09
FESTIVAL SENI DAN BAHASA...
SITUBONDO – Sekitar 400 siswa tingkat SMP/MTs dan SMK/MA se-Karesidenan Besuki mengikuti Festival Seni dan Bahasa di Pondok Pesantren Nurul...
Fri, 11 September 2026 | 12:30