Situbondo – Mengusung suasana penuh kebersamaan, perlombaan ngulek rujak yang diadakan oleh Pondok Pesantren Nurul Huda menghadirkan keseruan bagi para peserta, tetapi juga menjadi cara untuk mengenang sekaligus melestarikan kuliner khas daerah Situbondo. ( Sabtu,12/09/2026)

Koordinator lomba, Rusdiana, memaparkan bahwa Sebelum perlombaan dimulai, para peserta terlebih dahulu mengikuti pembacaan maulid Nabi Muhammad SAW. Setelah itu, para peserta ke tempat acara perlombaan , suasana semakin meriah ketika peserta mulai mengulek bumbu rujak dengan racikan masing-masing.
Ia mengatakan bahwa lomba tersebut sengaja dikemas dengan mengangkat rujak lontong yang dikenal sebagai salah satu makanan khas masyarakat Situbondo.
“Lomba ngulek rujak ini bukan sekadar perlombaan. Selain untuk memeriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW, kita juga ingin mengenang makanan khas daerah Situbondo, khususnya rujak lontong,” ujar Rusdiana.

Menurut Rusdiana, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi sarana mempererat kebersamaan antar-muslimat sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap makanan tradisional. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan mengangkat beragam kuliner khas lainnya yang ada di Situbondo.
Salah satu peserta, Jannah, mengaku bersyukur dapat ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Ia menilai lomba ngulek rujak memberikan pengalaman dan pelajaran berharga, terutama tentang pentingnya menjaga serta mengenalkan makanan tradisional kepada generasi berikutnya.
“Saya berharap lomba ini terus berlanjut, bukan hanya rujak lontong, tetapi juga kue tradisional lainnya. Sehingga kita bisa ikut melestarikan makanan khas tradisional atau makanan khas daerah Situbondo pada khususnya,” kata Jannah.

Sementara itu, Habib Muhammad Taufik berpesan agar kegiatan mengulek rujak juga menjadi momentum untuk memperbanyak mengingat Allah SWT. Ia meminta para peserta tidak banyak berbicara saat mengulek, melainkan memperbanyak zikir agar makanan yang dibuat dan dinikmati senantiasa disyukuri sebagai nikmat dari Allah.
“Ketika kita mengulek rujak, jangan berbicara, tetapi perbanyak berdzikir kepada Allah, sehingga makanan yang kita makan benar-benar kita rasakan sebagai nikmat dari Allah,” pesan Habib Muhammad Taufik.