SITUBONDO – Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Pondok Pesantren Nurul Huda Peleyan, Kecamatan Kapongan, Situbondo, menggelar acara Silaturahmi Antar Perguruan Silat se-Kabupaten Situbondo, yang berlangsung di halaman PP. Nurul Huda Rabu (09/09/2026).

Zuhury selaku ketua panitia pertemuan ini menjelaskan bahwa kegiatan diikuti oleh perwakilan berbagai perguruan pencak silat sebagai upaya mempererat persaudaraan sekaligus menjaga kondusivitas antarpesilat.
Selain menjadi ajang pertemuan, kegiatan ini diisi dengan penampilan jurus andalan dari masing-masing perguruan serta pembagian doorprize” ungkapnya
Ia juga menilai pertemuan ini penting untuk membangun komunikasi dan menghilangkan potensi kesalahpahaman antar pesilat.
“Kami mewajibkan seluruh peserta mengenakan sakral kebanggaan masing-masing perguruan. Bukan untuk menunjukkan perbedaan, tetapi untuk memperlihatkan bahwa meskipun berbeda perguruan, kita tetap bisa duduk bersama dan menjaga persaudaraan,” tambahnya
Apresiasi lain juga disampaikan Pengurus Kabupaten Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Situbondo. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang positif untuk memperkenalkan karakter dan jurus masing-masing perguruan sekaligus menumbuhkan sportivitas serta rasa saling menghormati.
“Kami menyambut positif inisiatif PHBI Pondok Pesantren Nurul Huda. Ini menjadi ajang yang baik untuk menampilkan keindahan jurus dari masing-masing perguruan sekaligus memupuk rasa saling menghormati dan menjaga sportivitas antarpesilat,” tegas perwakilan IPSI Situbondo.

Sementara itu, Steering Committee (SC), Ustadz Zainullah, S.Pd. menekankan bahwa pencak silat tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bela diri, tetapi juga memiliki nilai persaudaraan dan pengabdian. Ia meminta seluruh peserta menjaga ketertiban selama kegiatan dan tidak membawa senjata tajam yang dapat membahayakan.
“Pencak silat bukan sekadar seni membela diri, tetapi juga media memperkuat ukhuwah. Mari kita jadikan momentum silaturahmi di PP Nurul Huda ini sebagai simbol kedamaian dan persatuan pesilat se-Kabupaten Situbondo,” tutur Ustadz Zainullah.
Salah seorang peserta mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman positif karena dapat bertemu dan berinteraksi dengan pesilat dari berbagai perguruan dalam suasana penuh kekeluargaan.
“Kami senang bisa berkumpul dengan perguruan lain. Di sini bukan soal siapa yang paling kuat, tetapi bagaimana kita bisa saling mengenal, menghargai, dan menjaga persaudaraan,” ujarnya
Kegiatan berlangsung tertib dan kondusif hingga ditutup dengan penampilan jurus andalan masing-masing perguruan serta pengu
pewarta : Sri wardani