Suasana meriah dan penuh semangat kebangsaan mewarnai Kirab Kemerdekaan yang digelar Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda dalam rangka menyambut peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80, di Desa Peleyan, Sabtu (15/08/2026).

Kirab ini diikuti oleh seluruh santri se-Yayasan, mulai dari jenjang PAUD, TK, MI, SMP, SMK, MTs Putra, MTs Putri, MA Banat, MA Banin, hingga santri Tahfidzul Qur’an, serta turut serta para asatidz. Menariknya, kirab kali ini tampil beda dari tahun-tahun sebelumnya karena setiap lembaga mengenakan kostum bertema unsur budaya khas masing-masing, sehingga menghadirkan nuansa keberagaman yang meriah di sepanjang rute.

Rute kirab dimulai dari halaman STAI Nurul Huda, mengelilingi Desa Peleyan, dan kembali lagi ke Pondok Pesantren Nurul Huda. Kirab dibuka langsung oleh Abuya Assayid Muhammad Taufiq Al Djufri, selaku pengasuh PPNH, dengan pembacaan Sholawat Burdah. Yang menjadi keunikan tersendiri, para santri Tahfidzul Qur’an membaca Juz 1 Al-Qur’an sepanjang perjalanan kirab berlangsung.

Tak hanya sebagai ajang seremonial, kirab kali ini juga dikemas dalam bentuk perlombaan antar lembaga. Pemenang akan diumumkan pada 17 Agustus, tepat setelah pelaksanaan upacara peringatan kemerdekaan selesai.
Ketua Panitia, Salman Alfarisi, menyampaikan bahwa kirab santri merupakan kegiatan rutin tahunan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi siswa.

“Tujuannya agar mereka memahami perjuangan para pendahulu, dan bisa mengikuti perkembangan zaman sambil tetap mengamalkan nilai-nilai tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Ustadz Abdul Halim, selaku juri dalam perlombaan kirab, menilai momentum ini sebagai ajang reflektif bagi kaum santri untuk terus menjaga eksistensinya sebagai penjaga kedaulatan dan keutuhan negeri.

“Para santri adalah calon penerus bangsa, calon pemimpin masa depan. Maka perjuangan mereka tidak boleh berhenti, harus berlanjut dalam membangun masa depan yang lebih sejahtera, berakhlak, dan berkeadaban,” ujarnya.

Antusiasme turut dirasakan oleh para peserta, salah satunya Ayu Pratiwi, siswi MA asal Bondowoso. Ia mengaku senang bisa kembali mengikuti tradisi tahunan tersebut.

“Saya senang bisa mengikuti kirab yang diadakan setiap tahunnya ini, apalagi sekarang kirabnya kostumnya setiap lembaga berbeda, sesuai budaya yang mereka pilih, bagus dan tentunya kami senang,” ungkapnya.
pewarta : Rofiatulmasruroh