+6282278888722
kontak@nurulhudapeleyan.com
MALAM 1 ROBIUL AWAL, PENGASUH PP NURUL HUDA TEKANKAN FAIDAH BULAN MAULID NABI
MALAM 1 ROBIUL AWAL, PENGASUH PP NURUL HUDA TEKANKAN FAIDAH BULAN MAULID NABI
Fri, 14 August 2026
Penulis : RedaksiNH
WhatsApp Image 2026-08-15 at 23.17.13

Situbondo – Pondok Pesantren Nurul Huda (PPNH) menggelar peringatan malam 1 Rabiul Awal sebagai penanda masuknya bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, Jum’at (14/08/2026). Acara tersebut diawali dengan sholat Maghrib dan hajat berjama’ah, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Diba’iyah yang berlangsung khidmat.


Ratusan jama’ah tampak memadati lokasi acara, di antaranya seluruh asatidz/asatidzah, siswa/siswi yang berada di bawah naungan Yayasan PP Nurul Huda, para alumni, hingga masyarakat sekitar yang turut ambil bagian dalam acara penyambutan bulan kelahiran Nabi.

Dalam sambutannya, Pengasuh PP Nurul Huda, Abuya Assayid Muhammad Taufiq Al Djufri, menekankan sejumlah faidah yang bisa diraih di bulan Maulid Nabi. Beliau berharap agar tradisi membaca Maulid Diba’iyah tidak hanya dilakukan pada malam peringatan saja, melainkan dibiasakan setiap hari sebelum memulai pelajaran di masing-masing lembaga.

“Baca Maulid Diba’iyah walaupun tidak keseluruhan, tapi tetap baca selam 40 hari, agar tumbuh kecintaan kita kepada Rosulullah dan mendapat sholawatnya para malaikat,” tegasnya.

Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan bahwa faidah membaca maulid tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga membawa keberkahan bagi tempat di mana bacaan tersebut dilantunkan.
“Allah akan menurunkan rahmat kepada rumah, orang, dan tempat yang dibacakan maulid Rosul,” ungkapnya.

Menurutnya, keberkahan bulan Maulid Nabi juga bisa terlihat dari tumbuhnya semangat ibadah di lingkungan pesantren, sebagai wujud nyata kecintaan santri kepada Rosulullah.

“Seperti santri semangat belajar, semangat ibadah, untuk menghidupkan sunnah-sunnah Rosulullah,” lanjutnya.

Senada dengan pesan tersebut, Ustadz Suroyono turut memberikan tanggapan dengan membagikan pengalamannya semasa mondok di bawah didikan pengasuh pertama, Habib Musthofa bin Habib Alwi Al Djufri. Ia menceritakan bagaimana tradisi membaca maulid dahulu diterapkan dengan cara yang jauh lebih ketat dibanding sekarang.

“Kalau dulu beliau sangat ketat, bukan hanya membaca biasa, namun juga menghafalkan dan disetorkan kepada beliau,” ujarnya.

Berita

Artikel Lainnya

PENGASUH PPNH TEKANKAN PERAN...
SITUBONDO – Pondok Pesantren Nurul Huda (PPNH) Peleyan, Kapongan, Situbondo, menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di halaman...
Sat, 24 October 2026 | 8:42
TIDAK  SEKADAR NGULEK RUJAK,...
Situbondo - Mengusung suasana penuh kebersamaan, perlombaan ngulek rujak yang diadakan oleh Pondok Pesantren Nurul Huda menghadirkan keseruan bagi para...
Tue, 15 September 2026 | 1:56
TINGKATKAN KESADARAN ILMU DAN...
SITUBONDO— Panitia menyelenggarakan Daurah Ilmiyah bertema “Gen Z Melek Politik: Menjaga Akal Sehat dan Masa Depan Demokrasi” di Aula Kampus...
Sun, 13 September 2026 | 10:09
PENGASUH PP NURUL HUDA...
Situbondo - Pengasuh PP Nurul Huda (PPNH), Abuya Sayid Muhammad Taufiq bin Musthofa Al Djufri, menegaskan bahwa Festival Lomba Hadroh...
Sun, 13 September 2026 | 10:09