Situbondo – Pondok Pesantren Nurul Huda Banat menggelar pembacaan Maulid Dibaiyah dalam rangka memperingati kelahiran Rasulullah SAW 12 Rabiul Awal 1448 H. Selasa (25/08/2026)

Acara ini dihadiri langsung oleh Ummuna Syarifah Warda Al-Habsyi, Syarifah Zahrotul Widad Al Djufri, Syarifah Ummi Kulsum, Habib Ahmad Muhajir Al Djufri, para asatidzah PP Nurul Huda Banat, serta alumni pesantren.
Para santri tampak khusyuk mengikuti jalannya acara, terutama saat pembacaan maulid dan qiyam dilantunkan. Dalam tausiahnya, Ummuna Syarifah Warda menegaskan pentingnya memperbanyak bacaan sholawat di bulan kelahiran Rasulullah.

“Jika kemarin-kemarin kita membaca sholawat hanya 1.000, maka di bulan ini, di bulan kelahiran Rasul, harus membaca sholawat sehari 10.000,” tegasnya.
Acara juga diisi ceramah dari Habib Ahmad Muhajir yang mengangkat sosok Ummuna Syarifah Fatma Binti Habib Muhammad Assegaf. Ia menyampaikan bahwa anak yang sholehah lahir dari ibu yang sholehah pula. Habib Ahmad turut menceritakan perjalanan Syarifah Fatma yang tetap gigih berdakwah meski memiliki keterbatasan dalam pendidikan formal.

“Beliau membangun usaha, menjadi pendakwah. Itu menunjukkan bahwa perempuan adalah figur dan madrasah utama bagi anak-anaknya kelak,” ungkapnya.
Salah satu peserta, Vera Nur Wasiatur Rohimah (22) asal Bondowoso, mengaku bersyukur masih bisa mengikuti kegiatan tahunan tersebut.
“Saya bersyukur karena masih mengikuti kegiatan ini yang diadakan setiap tahunnya. Banyak hikmah yang saya ambil, yaitu lebih mengenal figur idola kita, khususnya santri PP Nurul Huda, Ummuna Syarifah Fatma binti Habib Muhammad Assegaf,” ungkapnya.
Pewarta : Rofiatulmasruroh