Situbondo – Suasana penuh semangat dan antusias tampak dalam kegiatan Leadership Training yang diselenggarakan oleh MA Nurul Huda Al-Banat. Kegiatan ini menghadirkan Habib Muhajir Al-Djufri sebagai pemateri pertama yang bertempat diruangan kelas XII MA Nurul Huda Al-Banat ( Ahad,17/05/2026)
Dalam penyampaian materinya yang bertajuk “Menjadi Pemimpin Muda yang Aktif dan Berakhlakul Karimah,” Habib Muhajir Al-Djufri menekankan bahwa akhlak merupakan pondasi utama dalam kepemimpinan. Menurut beliau, seorang pemimpin tidak hanya dituntut aktif dan cerdas, tetapi juga harus memiliki kepribadian yang baik agar mampu menjadi teladan bagi orang lain.
Beliau menjelaskan empat sifat utama yang harus dimiliki seorang pemimpin, yakni Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah.
Pada poin pertama, Habib Muhajir menyampaikan pentingnya sifat Siddiq atau jujur. Beliau mengutip dawuh Abuya Sayyid Alwi Al-Maliki, “Muthabaqatul Kalam Lil Waqi’,” yang berarti kesesuaian antara ucapan dengan kenyataan. Menurutnya, seorang pemimpin harus memiliki integritas dan menyampaikan fakta sesuai realita.
Selanjutnya, sifat Amanah dijelaskan sebagai bentuk tanggung jawab dan akuntabilitas seorang pemimpin. Beliau juga menyampaikan kutipan Arab “Al Hifdzu min Al Manhiyat,” yakni menjaga diri lahir dan batin dari hal-hal yang dilarang dan dapat merugikan banyak orang.
Tidak hanya itu, pemimpin juga harus memiliki sifat Tabligh, yaitu mampu menyampaikan kebenaran dan arahan secara terbuka tanpa ada yang disembunyikan. Dalam hal ini beliau mengutip kalimat “Ishalul Ahkam Ilal Ummah,” yang bermakna menyampaikan seluruh kebenaran kepada umat dengan komunikasi yang baik dan inklusif.
Adapun sifat Fathanah dijelaskan sebagai kecerdasan dalam mencari solusi dan memiliki visi ke depan. Habib Muhajir menyampaikan kutipan “Al Yaqzhah wal Fathanah li-daf’il Khusum,” yaitu ketajaman berpikir dan kecerdasan dalam menyelesaikan persoalan maupun sengketa.

Menurut beliau, inti terpenting dari kepemimpinan adalah kepercayaan (trust). Seorang pemimpin akan dipilih karena dipercaya oleh orang-orang di sekitarnya. Kepercayaan tersebut tidak datang begitu saja, melainkan harus dibuktikan melalui sikap, perilaku, dan tanggung jawab nyata. Beliau mencontohkan kisah Rasulullah SAW saat dipercaya meletakkan Hajar Aswad meskipun usia beliau lebih muda dibanding para pemimpin kabilah lainnya.
Di akhir penyampaian materi, Habib Muhajir Al-Djufri juga menegaskan bahwa menerapkan empat dasar kepemimpinan di era sekarang bukanlah hal mudah. Namun, hal tersebut harus tetap diperjuangkan oleh generasi muda agar mampu menjadi pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlakul karimah.
Kegiatan Leadership Training ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa menjadi pribadi yang aktif, kreatif, inovatif, serta siap menjadi pemimpin masa depan yang membawa manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
penulis:sari ananda putri