+6282278888722
kontak@nurulhudapeleyan.com
Mengenal Wajib, Mustahil, dan Jaiz: Fondasi Akidah Islam
Mengenal Wajib, Mustahil, dan Jaiz: Fondasi Akidah Islam
Sat, 10 May 2025
Penulis : AdminNH
WhatsApp Image 2025-05-10 at 11.11.16-min

Dalam ajaran Islam, memahami akidah bukan sekadar sebuah anjuran melainkan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah mukallaf. Hal ini ditegaskan oleh Syekh Amin al-Kurdi dalam kitab Tanwīrul Qulūb, bahwa setiap individu yang telah baligh dan berakal dituntut untuk mengenal sifat-sifat Allah SWT, baik yang wajib, mustahil, maupun jaiz bagi-Nya:

يَجِبُ عَلَى كُلِّ مُكَلَّفٍ أَنْ يَعْرِفَ الوَاجِبَ وَالمُسْتَحِيلَ وَالجَائِزَ فِيْ حَقِّ مَوْلَانَا تَعَالَى

“Wajib atas setiap orang yang mukallaf (orang Islam yang sudah terbebani hukum syariat) untuk mengetahui sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah SWT.”

Ilmu tentang sifat-sifat ini dikenal sebagai bagian dari Hukum Aqliyah, yakni hukum-hukum dasar yang ditetapkan oleh akal sehat. Memahami ketiga jenis hukum ini—wajib, mustahil, dan jaiz—adalah fondasi utama dalam membangun keyakinan yang lurus terhadap Allah SWT. Oleh karena itu, sebelum mengenal lebih dalam sifat-sifat Allah, penting bagi kita untuk terlebih dahulu memahami apa itu Hukum Aqliyah dan bagaimana peranannya dalam akidah Islam.

Hukum Aqliyah

Hukum Aqliyah adalah jenis hukum yang ditetapkan oleh akal murni tanpa bergantung pada pengalaman atau wahyu. Dalam ilmu akidah, hukum ini terbagi menjadi tiga:

1. Wajib

2. Mustahil

3. Jaiz

Setiap kategori ini memiliki definisi dan penerapan masing-masing yang penting untuk dipahami agar tidak terjadi kekeliruan dalam memahami konsep keesaan dan kesempurnaan Allah.

Definisi Sifat Wajib

Syekh Muhammad al-Fudhoili dalam kitabnya Kifāyatul Awām menjelaskan:

فَالوَاجِبُ هُوَ الَّذِيْ لَا يَتَصَوَّرُ فِي الْعَقْلِ عَدَمُهُ

“Wajib adalah sesuatu yang ketiadaannya tidak bisa diterima oleh akal.”

Artinya, suatu hal dikatakan wajib apabila akal tidak dapat membayangkan ketiadaannya. Misalnya, benda-benda seperti pohon dan batu wajib memiliki tempat. Apabila dikatakan bahwa pohon dan batu tidak memiliki tempat, maka akal sehat tidak akan menerimanya. Dalam konteks ketuhanan, sifat seperti wujud (ada) adalah wajib bagi Allah, karena mustahil akal membayangkan Tuhan tidak ada.

Definisi Sifat Mustahil

وَ الْمُسْتَحِيلُ هُوَ الَّذِيْ لَا يَتَصَوَّرُ فِي الْعَقْلِ وُجُودُهُ

“Mustahil adalah sesuatu yang keberadaannya tidak bisa diterima oleh akal.”

Contohnya dalam kehidupan sehari-hari: bergerak dan diamnya anggota tubuh secara bersamaan. Hal ini mustahil karena akal tidak dapat menerima dua keadaan yang saling bertentangan terjadi dalam satu waktu yang sama. Dalam konteks akidah, contohnya adalah Allah memiliki sekutu atau butuh pada makhluk—ini mustahil secara akal.

Definisi Sifat Jaiz

“وَالْجَائِزُ هُوَ الَّذِيْ يُصَدِّقُ الْعَقْلُ بِوُجُودِهِ تَارَةً وَبِعَدَمِهِ

“Jaiz adalah sesuatu yang keberadaannya atau ketiadaannya dapat diterima oleh akal.”

Sebagai contoh, jika dikatakan bahwa Zaid memiliki anak, pernyataan itu dapat diterima oleh akal. Jika dikatakan bahwa Zaid tidak memiliki anak, itu pun tetap masuk akal. Dalam konteks ketuhanan, perbuatan Allah atas makhluk-Nya adalah jaiz. Artinya, Allah boleh menciptakan sesuatu atau tidak menciptakannya, dan itu tidak menunjukkan kekurangan atau kebutuhan.

Penutup

Memahami hukum aqliyah merupakan langkah awal yang sangat penting dalam memperdalam ilmu akidah. Dengan mengenal apa yang wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah, kita akan memiliki pondasi keyakinan yang kokoh dan tidak mudah goyah oleh pemahaman-pemahaman yang menyimpang. Semoga tulisan ini dapat menjadi jalan pembuka dalam menapaki kedalaman ilmu tauhid.

Wallāhu a‘lam.

Penulis : Ahmad Latif

Refrensi Tanwirul Qulub

Artikel

Artikel Lainnya

MENANAMKAN JIWA KEPEMIMPINAN BERAKHLAKUL...
Situbondo - Suasana penuh semangat dan antusias tampak dalam kegiatan Leadership Training yang diselenggarakan oleh MA Nurul Huda Al-Banat. Kegiatan...
Tue, 19 May 2026 | 3:36
BANGUN JIWA KEPEMIMPINAN, MA...
Situbondo - Madrasah Aliyah Nurul Huda Al-Banat menggelar kegiatan Leadership Training dengan mengusung tema “Mencetak Leader Muda yang Aktif, Kreatif,...
Tue, 19 May 2026 | 3:18
SEMANGAT SANTRI SAMBUT TAMU...
Situbondo- Di balik khidmatnya acara pemberangkatan Jamaah Haji KBIHU KBIHU Nur Multazam di Pondok Pesantren Nurul Huda, tersimpan semangat luar...
Fri, 15 May 2026 | 2:21
PESAN MENDALAM IRINGI JAMAAH...
Situbondo- Pemberangkatan Jamaah Haji Kloter 88 Embarkasi Surabaya oleh KBIHU Nur Multazam Pondok Pesantren Nurul Huda Peleyan Kapongan Situbondo berlangsung...
Wed, 13 May 2026 | 4:53